Tunas Banten Pratama dan Dinas Kesehatan Kota Cilegon Gelar Skrining TBC di Pondok Pesantren Putri Bani Latif

Cilegon, 21 Mei 2026 – Yayasan Tunas Banten Pratama (TBP) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon melaksanakan kegiatan Skrining Tuberkulosis (TBC) di Pondok Pesantren Putri Bani Latif, Kota Cilegon, pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini kasus TBC di lingkungan pondok pesantren sekaligus mendukung percepatan program eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.

Skrining dilaksanakan dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon bersama tim Yayasan Tunas Banten Pratama. Para santriwati mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, wawancara gejala, serta edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian TBC.

Lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu lokasi strategis dalam pelaksanaan skrining karena tingginya interaksi antarwarga pesantren. Melalui deteksi dini, kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah penularan yang lebih luas. Upaya skrining di lingkungan pesantren juga sejalan dengan pendekatan nasional dalam pengendalian TBC.

Direktur Eksekutif Yayasan Tunas Banten Pratama menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam mencapai target eliminasi TBC. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran para santri mengenai pentingnya mengenali gejala TBC, menjaga etika batuk, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan seluruh pengelola Pondok Pesantren Putri Bani Latif atas sinergi yang telah terjalin. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat serta bebas dari penularan TBC,” ujar perwakilan Yayasan Tunas Banten Pratama.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Tunas Banten Pratama menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya melalui program pencegahan, penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding), dan edukasi kesehatan di berbagai komunitas.

Dengan semangat kolaborasi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan skrining TBC sehingga target Indonesia menuju eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030 dapat tercapai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top