SERANG — Penanganan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) membutuhkan pengobatan yang panjang, pemantauan ketat, serta pendampingan yang berkelanjutan. Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Yayasan Tunas Banten Pratama (TBP) melalui Manajer Kasus (MK) melaksanakan kegiatan Mentoring dan Audit Klinis Pasien TB RO di RSUD Banten, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RSUD Banten tersebut menjadi bagian dari upaya TBP dalam memperkuat kualitas pendampingan pasien TB RO sekaligus memastikan berbagai aspek penanganan pasien dapat terus dipantau dan ditindaklanjuti bersama pihak fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan mentoring dan audit klinis, Manajer Kasus TBP melakukan peninjauan terhadap perkembangan penanganan pasien, mulai dari perjalanan pengobatan, kepatuhan pasien dalam menjalani terapi, pemantauan efek samping obat, hingga berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi keberhasilan pengobatan.
Proses tersebut juga menjadi ruang koordinasi dan diskusi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan selama pendampingan serta menyusun langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai kondisi masing-masing pasien.
TB RO merupakan salah satu tantangan dalam upaya eliminasi TBC karena membutuhkan penanganan yang lebih kompleks dan konsistensi pasien dalam menjalani pengobatan. Dalam kondisi tersebut, pendampingan tidak hanya dibutuhkan untuk memastikan pasien menjalani pengobatan, tetapi juga membantu pasien menghadapi berbagai hambatan selama proses terapi.
Melalui peran Manajer Kasus, TBP berupaya menjembatani kebutuhan pasien dengan layanan kesehatan sekaligus memastikan informasi mengenai perkembangan pasien dapat terkoordinasi dengan baik.
Kegiatan di RSUD Banten ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan TB RO.
Yayasan Tunas Banten Pratama berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan dan koordinasi bersama jejaring layanan TBC di Banten. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keberhasilan pengobatan pasien sekaligus mempercepat terwujudnya eliminasi TBC di Provinsi Banten.
“Setiap pasien TB RO memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya memastikan pasien minum obat, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama menjalani pengobatan.”